Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Terbaru. Tampilkan semua postingan

Tips Menanam Strawberry Di Daerah Panas

02.13 |

Tips Menanam Strawberry Di Daerah Panas

Saturday, October 26th 2013. Posted in Artikel
Strawberry memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi hobbies ataupun masyarakat umum. Buahnya yang manis , asem, segar banyak dimanfaatkan untuk jus, salad, topping kue, es krim ataupun disajikan segar. Tanaman yang berasal dari daerah substropis ini, saat ini banyak dikembangkan di Indonesia, terutama di daerah-daerah dataran tinggi, yang mempunyai iklim sejuk menyerupai daerah asal buah ini. Memang tidak ada kendala yang berarti jika ditanam di dataran tinggi, tetapi bagaimana jika di tanam di dataran rendah yang cenderung panas? Penasaran? Lanjut terus bacanya ya,.
Untuk menanam strawberry di daerah panas, yang utama jangan memulai semai saat musim kemarau. Jadi mulai semai benih saat musim penghujan dan lakukan secara indoor, kalaupun terpaksa dilakukan secara outdoor, letakkan di tempat yang beratap dan pastikan tidak terkena hujan.
menanam straberry di pot
strawberry
Setelah mulai masuk musim kemarau, latih pelan-pelan strawberry supaya terbiasa dengan panas, dengan cara setiap beberapa hari geser posisi tanaman supaya semakin dekat dengan area yang terkena matahari frontal, sehingga tanaman terbiasa dengan panas, dan menjadikan hal tersebut sebagai suhu toleran. Jadi tanaman bisa dengan mudah berbuah.
Demikian tips singkat menanam strawberry di dataran rendah/ daerah panas.
Nb:
Tanaman strawberry sebelum umur 2 bulan gak perlu kena matahari langsung, yang penting tempat terang
Read More

Gunung Berapi

04.34 |

Gunung berapi


Gunung berapi Mahameru atau Semeru di belakang. Latar depan adalah Kaldera Tengger termasuk Bromo, Jawa Timur, Indonesia.

Letusan gunung berapi dapat berakibat buruk terhadap margasatwa lokal, dan juga manusia.
Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Lebih lanjut, istilah gunung api ini juga dipakai untuk menamai fenomena pembentukan ice volcanoes atau gunung api es dan mud volcanoes atau gunung api lumpur. Gunung api es biasa terjadi di daerah yang mempunyai musim dingin bersalju, sedangkan gunung api lumpur dapat kita lihat di daerah Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah yang populer sebagai Bledug Kuwu.
Gunung berapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya dari suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
Read More

Pembuatan Pestisida Mandiri

20.43 |

Pestisida Nabati dan Cara Pembuatannya

Wednesday, January 9th 2013. Posted in blog
Perkembangan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya penggunaan bahan-bahan kimia dalam produk-produk pertanian, mau tidak mau mendorong akademisi maupun orang-orang yang berkecimpung di bidang pertanian lain untuk menghasilkan produk-produk pertanian organik. Salah satu sumber bahan kimia yang mengkontaminasi produk-produk pertanian berasal dari penggunaan pestisida.
WHO dan Program Lingkungan PBB memperkirakan ada 3 juta orang yang bekerja pada sektor pertanian di Negara-negara berkembang terkena racun pestisida dan sekitar 18.000 orang diantaranya meninggal setiap tahunnya (Miller,2004). Beberapa pestisida bersifat karsinogenik yang dapat memicu terjadinya kanker. Berdasarkan penelitian terbaru dalam Environmental Health Perspective menemukan adanya kaitan kuat antara pencemaran DDT pada masa muda dengan menderita kanker payudara pada usia tuanya (Barbara and Mary, 2007). Menurut NRDC (Natural Resource Defense Council) tahun 1998, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan penderita kanker otak, leukemia dan cacat pada anak-anak awalnya disebabkan tercemar pestisida kimia. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health di Boston, menemukan bahwa resiko terkena penyakit Parkinson meningkat sampai 70% pada orang yang terekspose pestisida meski dalam konsentrasi sangat rendah (Ascherio et al., 2006)
Mengingat bahaya yang sangat besar yang dapat ditimbulkan karena penggunaan pestisida kimia, perlu adanya usaha untuk meniadakan penggunaan pestisida kimia namun tetap mampu meningkatkan hasil pertanian. Salah satu upaya yang dapat ditempuh adalah dengan penggunaan pestisida nabati, yaitu pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk melindungi tanaman dari serangan hama.
Salah satu tanaman yang mempunyai kemampuan tersebut adalah Mimba. Zat yang terkandung dalam tanaman ini mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan serangga hama. Tanaman mimba mengandung zat azadirachtin, triol, salanin, dan nimbin. Pada tanaman ini yang bisa dimanfaatkan untuk pestisida adalah bagian biji dan daun. Berikut adalah cara pembuatan pestisida nabati dari mimba (Soenandar et al.,2010)
Pembuatan Pestisida Nabati dari Biji Mimba:
Bahan:
50 gram biji mimba
1 gram detergen (berfungsi sebagai pengemulsi)
Alat:
Blender, ember, kain furing.
Cara membuat:
1. Kering anginkan biji mimba beserta kulit biji sampai kering agar tidak berjamur.
2. Tumbuk atau haluskan biji menggunakan blender.
3. Rendam serbuk biji mimba di dalam 1 liter air selama semalam (12 jam)
4. Saring rendaman dengan menggunakan kain furing
5. Campurkan larutan hasil penyaringan dengan detergen, aduk rata.
Cara aplikasi:
Encerkan 500 ml larutan biji mimba hasil saringan di dalam 14 liter air, lalu aplikasikan di lahan pada sore hari.
Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Mimba
1. Haluskan 50 gram daun mimba segar dengan menggunakan blender.
2. Rendam daun halus di dalam 1 liter air selama semalam (12 jam)
3. Saring larutan dengan kain furing
4. Campurkan larutan hasil penyaringan dengan 1 gram detergen, aduk rata.
Cara aplikasi:
Encerkan 500 ml larutan daun mimba hasil saringan di dalam 14 liter air, lalu aplikasikan di lahan pada sore hari.
Read More